Larangan Mudik Oleh Pemerintah, Suara Miris dan Iba Para Pekerja Transportasi

0
404
Sederet transportasi darat pengangkut penumpang lintas Provinsi yang berada di Terminal Purwodadi, Kecamatan Argamakmur, Bengkulu Utara

BENGKULU, Merakjat.com Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan himbauan larangan mudik lebaran 2021 pada tanggal 06 hingga 17 Mei,  dengan mempertimbangkan resiko penularan Covid-19.

Para pelaku usaha transportasi pun dibuat tertegun dan iba terhadap kebijakan Pemerintah tersebut.

Suara miris serta keluhan pun keluar dari para sopir travel lintas Provinsi saat dibincangi oleh awak media ini.

Pengalaman pahit tahun lalu akibat kebijakan yang sama, menghantui para pekerja sopir ini.

Diungkapkan Buyung, salah satu sopir travel lintas Provinsi Bengkulu – Sumatera Barat, saat disambangi di Terminal Purwodadi, Argamakmur, Bengkulu Utara. Ia sangat mengharap adanya kelonggaran terhadap kebijakan tersebut.

Sebab kata dia, menjadi sopir travel sejak tahun 2000 lalu, merupakan sumber penghasilan tetap untuk ia menghidupi keluarga.

Terutama di momen mudik lebaran, merupakan saat yang sangat ditunggu oleh para supir travel. Karena disaat normal mudik lebaran, penghasilan akan lebih didapatkan oleh para supir, khususnya lintas Provinsi.

“Kami tahu kebijakan Pemerintah memang dibuat karena ada alasannya. Hanya saja kami mau adanya sedikit kelonggaran untuk masyarakat yang berprofesi seperti kami. Kalau seperti ini kami mau makan apa nanti,” kata Buyung, Kamis (22/04/2021).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Maman yang sudah berprofesi sebagai supir lintas Provinsi sejak tahun 2008. Ia turut mengeluhkan kebijakan Pemerintah yang seolah tidak memperdulikan masyarakat dibawah.

Menurutnya, momen mudik lebaran merupakan berkah ramadhan untuk ia dan keluarganya. Namun pandemi dan kebijakan ini seolah merenggut mata pencariannya.

“Tahun lalu sudah tahu kami seperti apa dampaknya, tahun ini bakal terulang lagi,” keluh dia.

Para sopir ini berharap adanya kebijakan lain dari Pemerintah terkait kebijakan ini. Selain memberikan kelonggaran, diharapkan adanya bantuan sosial finansial untuk para sopir. 

“Kalau memang kami di stop untuk mengangkut penumpang mudik lebaran, setidaknya Pemerintah juga memberikan kompensasi bantuan untuk kami ini. Yang sudah jelas dari segi pemasukan sudah nol sama sekali,” ujar para sopir.[redaksi]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini