Menolak Politik Uang, Relawan Kolom Kosong Siap Kawal Suara di TPS

0
212
Ketua Umum Relawan Demokrasi Kolom Kosong Bengkulu Utara, Dedy Syafroni, S.Ip

BENGKULU UTARA, Merakjat.comPemilihan Kepala Daerah serentak 09 Desember tahun 2020 hanya tinggal menghitung hari. Geliat kampanye dan sosialisasi untuk kemenangan pasangan calon yang ikut dalam kontestasi pemilihan pun semakin gencar dilakukan dari berbagai pihak.

Di Kabupaten Bengkulu Utara, relawan demokrasi kolom kosong yang merupakan komunitas atau perkumpulan masyarakat dari berbagai kalangan di Bengkulu Utara juga tak luput dalam giat sosialisasinya.

Relawan kolom kosong yang diketuai oleh Dedy Syafroni, S.Ip terus menggerakkan para relawan untuk selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Sosialisasi diantaranya memberikan edukasi serta pemahaman terhadap apa yang dimaksud dengan kolom kosong.

“Sosialisasi terus berjalan, para relawan sampai sekarang masih terus berjuang dan bergerak demi kemenangan kolom kosong,” ujar Dedy, Rabu (02/12/2020).

Lebih lanjut Dedy mengatakan, sosialisasi untuk menolak politik uang juga tidak luput dilakukan oleh para relawan.

Sebab, kata dia, politik uang yang kerap terjadi di setiap perhelatan pesta demokrasi pemilihan, baik Presiden, Legislatif maupun Kepala Daerah. Maka dari itu, sosialisasi untuk menolak politik uang dke masyarakat sangat dianjurkan.

“Kami para relawan juga sangat gencar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menolak politik uang. Tolak politik uang demi memilih pemimpin dengan hati nurani dan kehendak rakyat, tanpa ada intervensi apapun, termasuk uang. Suara rakyat tidak dapat dibeli,” sampai Dedy.

Masih kata Dedy, selain itu pihaknya juga mengerahkan para relawan untuk bersama-sama menjaga dan mengawal proses pemilihan dan penghitungan suara di TPS pada saat waktu pemilihan nanti.

Hal ini dilakukan demi mengawasi agar tidak terjadinya kecurangan-kecurangan dalam proses tersebut.

“Di waktu pemilihan nanti kita juga memberikan himbauan kepada para relawan agar bersama-sama menjaga dan mengawal proses pemilihan hingga penghitungan di TPS. Kita tidak ingin adanya kecurangan. Bukannya kami tidak mempercayai para penyelenggara, namun kami selaku masyarakat juga mempunyai hak ikut mengawasi proses itu,” kata Dedy.

Namun demikian, ia juga menghimba para relawan untuk selalu mengikuti himbauan Pemerintah dalam melaksanakan pencegahan Covid-19 dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

“Protokol kesehatan juga sangat kita tekankan kepada para relawan ini,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, hingga jadwal pemilihan tiba, pihaknya juga selalu melakukan pengawasan-pengawasan terhadap proses jalannya Pilkada.

“Sampai hari pemilihan nanti, kami masih mengawasi semua proses dan tahapan Pilkada ini. Relawan kolom kosong ini tidak segan-segan jika menemukan dugaan kecurangan akan segera dilaporkan ke Bawaslu. Kami menginginkan Pilkada di Bengkulu Utara ini berjalan jujur, adil, damai dan demokratis,” tandas Dedy.[redaksi]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini