Sosialisasikan Kolom Kosong, GSPI Enggano Inginkan Pilkada Bebas Politik Uang

0
208

BENGKULU UTARA, Merakjat.comDukungan dan partisipasi masyarakat Bengkulu Utara terhadap kolom kosong pada Pilkada serentak 2020 kian bertambah.

Dukungan kali ini juga dideklarasikan langsung oleh Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) di Kecamatan Enggano.

Salah satu anggota GSPI yakni Adi Saputra mengatakan, terlibatnya GSPI ke dalam relawan demokrasi kolom kosong merupakan keinginan tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Adi menilai, bahwa masyarakat di Kecamatan Enggano atau Pulau bagian Terluar dari Kabupaten Bengkulu Utara sangat perlu untuk disosialisasikan terkait kolom kosong.

Adi mengaku bahwa hingga saat ini belum ada pihak-pihak terkait yang melakukan sosialisasi di Kecamatan Enggano terkait dengan kolom kosong yang menjadi lawan dari calon tunggal Petahana pada Pilkada serentak di Bengkulu Utara.

“Kami yang tergabung dalam organisasi Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) di kecamatan Enggano, ikut secara langsung sebagai relawan demokrasi kolom kosong. Diminta atau tidak diminta oleh berbagai pihak, karena ini keterpanggilan jiwa kami melihat kondisi Bengkulu Utara saat ini,” kata Adi Saputra, Rabu (18/11/2020).

Lanjut Adi Saputra, selain dukungan, sosialisasi ini juga dilakukan guna untuk menekan angka golput di Kecamatan Enggano.

“Kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat, guna menghindari terjadinya golput, karena masyarakat pemilih bingung menentukan pilihannya dengan hanya ada calon tunggal ini,” tambah Adi.

Adi juga menyebut, bahwa tidak menutup kemungkinan Pilkada Bupati Bengkulu Utara pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, masyarakat kecamatan Enggano akan membuat sejarah baru jika memenangkan kolom kosong.

“Berdasarkan hasil koordinasi pihak kita terhadap berbagai kalangan masyarakat di Kecamatan Enggano, tidak menutup kemungkinan pilkada Bupati Bengkulu Utara 9 Desember 2020 mendatang, kolom kosong akan membuat sejarah demokrasi baru di daerah ini,” sebut Adi.

Masih kata Adi, ia juga mensosialisasikan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan politik uang yang mengarahkan untuk memilih salah satu pasangan calon.

“Jika ada oknum tim yang mencoba bermain politik uang, sudah kita sampaikan kepada masyarakat, ambil uangnya, jangan pilih paslonnya,” ujar Adi.

Namun adi berharap, agar Pilkada di Bengkulu Utara khususnya di Kecamatan Enggan, terbebas dari sentuhan politik uang.

Sebab, kata dia, memilih dengan hati nurani tanpa adanya intervensi politik uang, diharapkan nantinya dapat menciptakan pemimpin yang benar dan berpihak kepada masyarakat.

“Harapan pihak kita Pilkada di Bengkulu Utara kali ini bersih dari politik uang, sehingga melahirkan generasi pemimpin yang benar dan berpihak ke seluruh masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan secara merata,” pungkas Adi.[redaksi]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini