Ketua BMA Bengkulu Utara Ungkap Soal Hilangnya Filosofi Tugu Amanah

0
352
Potret Tugu Amanah saat ini, didokumentasikan 23 Oktober 2020

BENGKULU UTARA, Merakjat.comKetua Badan Musyawarah Adat Kabupaten Bengkulu Utara, Samid, akhirnya angkat bicara dan mengungkapkan terkait soal hilangnya filosofi murni dari patung Tugu Amanah Kota Argamakmur.

Diceritakan Samid, bahwa sebelum dilakukan pemugaran terhadap Tugu Amanah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten setempat, dirinya sempat dipanggil oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Utara, Heru Susanto, ST.

Hamid menjelaskan, bahwa ada dua persoalan yang dibahas saat dirinya dipanggil kepala dinas PUPR tersebut. Hal pertama yakni soal Rumah Adat dan yang kedua yaitu Tugu Amanah

“Saya katakan saat itu, untuk rumah adat tidak ada rumah adat yang bentuknya demikian. Kadis PU saat itu balik bertanya, jadi apa namanya ?, saya katakan tidak tahu. Karena sebenarnya rumah adat itu tidak ada dan tidak ada bubungannya bengkok-bengkok begitu. Tidak wajar itu dikatakan rumah adat, karena saya katakan tidak ada bubungan rumah disini (Bengkulu Utara-red) bentuknya seperti itu,” ungkap Samid, (24/10).

Artkel terkaitHilangnya Filosofi Tugu Amanah Kota Argamakmur

Lanjut Samid menceritakan, saat itu Kadis PU mengatakan bagaimana jika patung Tugu Amanah diberikan kain celana atau kain basahan yang seperti sekarang itu. 

“Saya katakan, itu pak mempunyai makna. Memang asalnya seperti itulah,” ujar salah satu tokoh pendiri Kota Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara ini. 

Samid menambahkan, awalnya yang mengerjakan patung tersebut bernama Nasution, selaku pemborong pada saat itu. Serta yang merancang bentuk bangunan yakni bernama Sudiono, yang merupakan salah satu pegawai Pekerjaan Umum kala itu.

“Saya katakan itu tidak boleh diubah bentuknya demikian. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah,” ujar pria yang pernah menjabat Kepala Seksi Kebudayaan Tahun 1975 s/d 1996 Kabupaten Bengkulu Utara.

Potret Tugu Amanah sebelum dilakukan pembugaran (Renovasi) tahun 2018 lalu.

Lebih jauh dikatakan Samid, sejak peresmian Kota Argamakmur Tahun 1978 patung tersebut sudah berdiri. 

Kata dia, pernah disampaikan jika ingin melakukan pemugaran. Baiknya perbaiki di bagian luar saja, tapi akhirnya dibuat seperti itu.

“Maksud saya kalau ingin merubahnya, mesti ada berita acaranya. Hal ini berkaitan dengan kebudayaan. Filosofi yang terkandung pada kain penutup seadanya, begitu sulitnya pendahulu-pendahulu mendirikan Bengkulu Utara dan tidak ada yang kelihatan jeleknya,” tandas dia.[redaksi]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini